Pamekasan – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan maksimalkan realisasi Dana Bagi Hasi Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ke dalam sub kegiatan Sekolah Lapang dalam rangka mendukung peningkatan kualitas bahan baku tembakau seperti yang menjadi program prioritasnya.
Seperti yang selalu disampaikan dalam banyak seminar atau acara sosialisasi DBHCHT dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan bahwa ada tiga program dalam peningkatan kualitas bahan baku tembakau tahun 2021 yaitu; pelatihan peningkatan kualitas tembakau, penanganan panen dan pasca panen, dukungan sarana dan prasarana usaha tani tembakau. Maka salah satu sub kegiatan menyambut panen tembakau melaksanakan kegiatan yang namanya sekolah lapang.
Sekolah Lapang sendiri adalah sub bagian penting dari rentetan realisasi DBHCTH 2021. Esensi dari Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait panen tembakau. Persiapan panen tembakau tidak bisa dikesampingkan karena masyarakat perlu mengetahui kondisi tembakau yang sudah cukup panin atau tidak.
Ach Suaidi selalu Kapala Bidang Produksi Pertanian menyampaikan bahwa Sekolah Lapang dilaksanakan sebagai bagian penting untuk mendukung pertanian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas bahan baku tembakau serta realisasi dari dana DBHCHT 2021.
“Sekolah Lapang kita laksanakan untuk mengedukasi masyarakat dalam bidang pertanian tembakau sehingga kualitas tembakau saat panen bisa maksimal. Sekolah lapang ini sumber dananya dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau tahun ini. Kita laksanakan kegiatan tersebut kalau tidak salah sejak bulan Juli, Agustus hingga menjelang panen di bulan September. Ini kita berikan karena kadang petani ingin cepat panen sementara kondisi tembakau mereka masih muda, maka itu tidak akan maksimal.” (3/09/2021).
Slamet Supriyadi selaku Kasi Pengadaan dan Sarana Produksi Pertanian membenarkan sekolah lapang telah terlaksana di beberapa kelompok tani yang tersebar di sepuluh kecamatan dan pelaksanaannya secara bergantian.
“kita alhamdulillah sudah melaksanakan kegiatan tersebut sekitar dalam tiga bulan dari juli sampai september bulan lalu. teknisnya kami mendata kelompok tadi di sepuluh kecamatan setelah data didapatkan kami datangi kelompok tadi yang ditunjuk dan kami laksanakan kegiatan sekolah lapang secara bergantian dari titik satu ke titik lainnya.” (3/09/2021)
Pria yang akrab dipanggil Slamet menambahkan kegiatan tersebut bersumber dari dana DBHCHT 2021. Menurutnya salah satu sub kegiatan yang efektif untuk menjalankan program peningkatan kualitas bahan baku tembakau adalah memberikan sarana pelatihan yang berbentuk edukasi untuk panen tembakau.
Lebih lanjut Kasi Pengadaan dan Sarana Produksi Pertanian menyebutkan ada sepuluh kecamatan yang mendapatkan fasilitas kegiatan sekolah lapang, dari masing-masing kecamatan hanya satu kelompok tani yang dapat kegiatan tersebut, namun hanya Kecamatan Waru yang mendapatkan dua kelompok tani.
“ada sepuluh kecamatan yang mendapat sekolah lapang. Masing-masing kecamatan hanya ada satu kelompok tani yang mendapatkan kegiatan sekolah lapang tersebut yaitu Pasean, Batumarmar, Pegantenan, Proppo, Palenggaan, Pakong, Kadur, Larangan, dan kecamatan waru ada dua kelompok tani yang dapat kegiatan tersebut. Sekolah lapang kegiatannya ada teori dan praktik di lapangan. Teori diberikan dengan penyampaian materi-materi dalam bentuk diskusi panel, dengan pemateri. Untuk praktif di lapangan, para petani yang tergabung dalam kelompok tani melakukan peninjauan di ladang tembakau, disana dijelaskan bagaimana kondisi tembakau dan cara panen yang baik.” tuturnya (3/09/2021)
Beliau menambahkan, selain mendapatkan fasilitas pendidikan di bidang pertanian tembakau, kelompok tani yang ikut program sekolah lapang mendapatkan fasilitas berupa; kaos, alat tulis, tas, konsumsi dan lain sebagainya. antusian kelompok tani mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi, hampir semua dari anggota kelompok tani yang mendapatkan program tersebut 98% hadir dan tuntas mengikuti program yang bersumber dari dana DBHCHT tersebut.
