Pamekasan – Tim KIM Bintang Pamekasan melakukan observasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Branta Pamekasan (4/10). Per Oktober ini genap 10 Bulan pengelolaan TPI Branta telah resmi diambil-alih Pengelolaannya oleh Pemprov Jawa Timur. Sementara masyarakat Branta berharap Pemrprov Jatim segera melakukan tindakan untuk memperbaiki fasilitas TPI Branta yang dinilai banyak kekurangan.
Sesuai fungsinya, TPI Branta Pamekasan baru digunakan sejak tahun 2018 lalu sebagai ini adalah salah satu tempat pelelangan ikan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan dibawah pengelolaan Dinas Perikanan.
Pembangunan TPI ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2008 lalu, hanya saja TPI yang bersebelahan dengan Pelabuhan Kelas III Branta itu hanya dijadikan tempat jual beli ikan biasa oleh nelayan. Oleh karena itu pemerintah kabupaten pamekasan pada saat itu menfungsikan kegiatan pelelangan ikan di TPI tersebut.
Awal tahun 2021 TPI Branta Pamekasan resmi diambil-alih pengelolaannya oleh Pemprov Jatim. Moh Jufri Efendi selalu Staf Perencanaan Administrasi Dinas Perikanan Kab. Pamekasan membenarkan bahwa TPI Branta statusnya sudah dalam pengelolaan Pemprov Jatim.
“Regulasinya TPI Branta itu sudah dikelola oleh Pemprov Jatim, bagaimana rencana pengembangannya ada dibidang Tangkap serta detail MoU dari TPI tersebut. Namun dari kami sampai saat ini masih ada staf yang ditugaskan untuk berjaga di TPI Branta tersebut.” Tuturnya (4/10).
Terlepas dari siapa yang mengelola TPI Branta sekarang, masyarakat mengungkapkan fasilitas di TPI sudah banyak kekurangannya dan diharapkan ada perbaikan segera. Hal ini disampaikan oleh Ririn warga desa Branta yang keseharianya beraktifitas sebagai penjual ikan.
“kamar mandi dan air bersih kurang disini pak, kami yang mau cuci tangan dan ambil air itu kesulitan. kasihan pembeli biasanya butuh kamar mandi tapi airnya kosong. Terus Halaman TPI sering kumuh dan becek karena belum diperbaiki apalagi kalau musim hujan. Saya harap segera diperbaiki biar lebih baik dan TPI lebih bersih” (4/10).
Hj Saideh pemilik kapal “Janur Kuning” salah satu yang bersandar di TPI Branta juga menyampaikan harapnnya bahwa TPI Branta harus segera diperbaiki, seperti gudang es yang selama ini masih seadanya. Menurutnya ketersediaan es dan yang mengelola es di TPI Branta sangat penting.
“harapan saya ketersediaan es yang cukup karena itu penting pak, gudang es harus diperbaiki dan ditambah pengelolaannya. Agar penjual dan pembeli ikan di TPI ini lebih enak. Jadi ikan tetap segar tidak mudah busuk karena cepat tersedia.” Tegasnya.
Ungkapan dan harapan diatas tentu juga dirasakan oleh yang lain para pelaku yang sama-sama berkegiatan menyambung hidup di TPI. Hal itu tidak lain agar ada perbaikan TPI Branta sehingga masyrakat yang terlibat dari kegiatan pelelangan ikan atau masyarakat umum bisa merasakan kenyamanan saat mengungjungi TPI Branta.
Jika dicermatik kondisi sekarang di TPI Branta ada
dua harapan dari masyarakat, Pertama Pengelolaan, Masyarakat mengharap ada
kejelasan pengelolaan TPI Branta Pamekasan sehingga dapat memberikan dampak
positif terkait keberadaan TPI Branta Pamekasan dan dampaknya bagi kondisi
sekitar. Mungkin saran ini ditujukan kepada Dinas Provinsi terkait yang
menangani TPI Branta di Pamekasan ini agar secepatnya memberikan kejelasan dan
mengambil tindakan agar pengelolaan di TPI tersebut dapat dikembangkan.
Kedua Fasilitas, Masyarakat sangat mengharapkan
peningkatan fasilitas pendukung agar tersedia seperti air bersih misal
fasilitas tandon dan kamar mandi, serta perlengkapan kantor agar mempermudah
petugas dalam menjalankan kegiatan pemantauan dan lain sebagainya di TPI Branta
Pamekasan. terutama masalah ketersediaan gudang es, peralatan timbangan dan
sebagainya itu juga perlu diperhatikan. Tidak lupa bagian halaman TPI Branta
selalu tergenang oleh air dan menyebabkan kotor sehingga menimbulkan ketidak
nyamanan bagi pengunjung dan pembeli.
